Reku Ingatkam Pentingnya Memilih Investasi Aman dan Transparan

Wecome Dunia Axis di Website Kami!

Dunia Axis, JAKARTA — Chief Legal Officer (CCO) Reku Robi mengatakan berbagai metode investasi bodong semakin banyak menyasar masyarakat. Reku Ingatkam Pentingnya Memilih Investasi Aman dan Transparan

Hal ini termasuk menjanjikan pengembalian uang secara berkala dalam jumlah kecil dan dalam jangka waktu singkat, serta menggunakan nama penyedia layanan resmi untuk menipu masyarakat. Inilah alasan mengapa investor jatuh ke dalam perangkap ini. Pemangkasan Subsidi BBM untuk Makan Siang Gratis, Pengamat: Bisa Menurunkan Penerimaan Pajak

Investasi ilegal ini menimbulkan risiko keamanan dan hilangnya harta benda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan investasi ilegal akan merugikan masyarakat sebesar Rp 120,79 triliun pada tahun 2022. OJK menyebutkan telah menutup 1.218 investasi ilegal sejak tahun 2017 hingga November 2023.

Menurut Roby, hal ini menjelaskan maraknya praktik keuangan curang di masyarakat. Tingginya angka korban penipuan investasi menunjukkan bahwa masyarakat mendesak untuk memastikan keaslian dan transparansi penyedia investasi.

“Adanya investasi bodong tidak hanya terjadi pada aset kripto saja, namun juga pada beberapa kelas aset lainnya,” kata Roby dalam keterangan tertulisnya baru-baru ini.

Dia meminta masyarakat memperhatikan integritas platform investasi. Hindari memilih platform yang tidak berlisensi dan pastikan platform tersebut memiliki transparansi operasional.

“Bukan hanya soal hukum, tapi melakukan penelitian secara berkala dan terbuka terhadap hasilnya. Karena keselamatan masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa dikompromikan,” kata Roby.

Melalui Portal Transparansi, Reku mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan investasi bodong melalui bagian forum. Sebab, mencegah investasi bodong memerlukan peran serta seluruh pemangku kepentingan. Reku Ingatkam Pentingnya Memilih Investasi Aman dan Transparan

Reku mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengadili platform yang tidak bertanggung jawab. Reku kemudian dapat mengkomunikasikan permasalahan ini secara publik kepada para pemangku kepentingan termasuk organisasi dan regulator.

“Dengan begitu kita dapat membangun lingkungan investasi digital yang lebih aman dan mudah,” kata Roby.